Gejala Kista Epidermoid

Gejala Kista Epidermoid

Sumber: alodokter.com

Apa itu kista epidermoid? Pernahkah kamu mendengar nama penyakit ini
sebelumnya? Dilansir dari alodokter.com kista epidermoid adalah benjolan di bawah kulit
yang tidak bersifat kanker. Kondisi ini dapat muncul di bagian kulit mana pun, akan tetapi
sering muncul di bagian wajah, kepala, punggung, leher dan area kelamin. Warna dari kista
epidermoid adalah kuning kecokelatan dan berisi cairan kental dan berbau. Ukurannya
antara sebesar kelereng hingga sebesar bola pingpong. Sebenarnya kista epidermoid
merupakan benjolan jinak dan jarang menimbulkan masalah kesehatan, akan tetapi dalam
beberapa kasus, penyakit ini dapat menjadi penganggu pada penampilan, memberikan rasa
nyeri, pecah dan bahkan dapat menimbulkan infeksi.
Apa saja gejalanya? Gejala kista epidermoid adalah munculnya benjolan di bagian
bawah kulit pada salah satu bagian tubuh, seperti pada pergelangan tangan. Benjolan yang
disebabkan oleh kista epidermoid ini memiliki beberapa karakteristik seperti benjolan
biasanya muncul di daerah wajah, leher dan tubuh bagian atas lainnya, ukurannya sebesar
kelereng hingga sebesar bola pingpong. Selain itu, pada puncak benjolan terdapat komedo
hitam. Komedo adalah benjolan kecil yang muncul di pori-pori kulit dan merupakan cikal
bakal dari jerawat. Biasanya komedo akan muncul pada kulit wajah, namun juga dapat
muncul pada bagian lain seperti bahu, dada, punggung atau lengan. Gejala lainnya adalah bila
mengalami peradangan atau infeksi, area di sekitar kista menjadi kemerahan dan bengkak.
Ketika kista pecah, yang keluar adalah cairan kental berwarna kuning yang berbau tidak
sedap.


Apa yang menyebabkan kista epidermoid ini muncul? Kista epidermoid tumbuh
ketika sel kulit mati terjebak di dalam kulit. Hal ini dipicu oleh cedera pada kulit, jerawat,
paparan sinar matahari berlebih dan infeksi HPV. HPV atau human papillomavirus adalah
virus yang dapat menyebabkan infeksi pada permukaan kulit, berpotensi menyebabkan
kanker serviks. Infeksi virus ini ditandai dengan tubuhnya kutil pada kulit di berbagai area
tubuh. Infeksi virus HPV dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit penderita atau
melakukan hubungan seks dengan penderita. Kista epidermoid dapat menyerang siapa saja,
namun lebih berisiko pada orang yang sudah melewati masa puber dan memiliki kulit yang

berjerawat. Menurut halodoc.com kista ini dapat terkait dengan kondisi generik tertentu,
terutama jika kista tumbuh sebelum pubertas. Misalnya sindrom gardner dan gorlin.
Bagaimana cara mendiagnosis kista epidermoid ini? Diagnosis dapat dilihat dari
gejala penyakit dan pemeriksaan langsung. Dokter akan melakukan pemeriksaan berdasarkan
observasi fisik penderitanya. Pemeriksaan juga dapat seperti lab dan pengambilan foto
rontgen, namun jarang dibutuhkan.
Apa pengobatan untuk kista epidermoid? Yang paling efektif untuk pengobatan
adalah pengambilan kista melakui pembedahan. Prosedur pembedahan mulai dari suntikan
bius lokal, sayatan pada kulit dan pengangkatan kista. Efek samping tindakan pembedahan
antara lain adalah kemungkinan terjadinya infeksi dan pendarahan serta kemungkinan
timbulnya bekas luka. Bekas operasi biasanya akan memakan waktu selama delapan minggu
untuk mencapai delapan puluh persen keluatan kulis asli. Hindari olahraga kontak dan
aktivitas berat setelah operasi dilakukan. Bekas luka setelah operasi diobati enam sampai dua
belas bulan setelah operasi. Pengobatan lainnya dapat dilakukan dengan cara injeksi suntikan
kortikosteriod dalam kista.
Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini. Kista epidermoid
adalah penyakit yang dapat kamu cegah dengan melindungi kulit dari paparan sinar UV
matahari dengan menggunakan kacamata dan tabir surya.

Categories: Blog